Togak Tonggol sebagai sebuah tradisi yang hidup dalam masyarakat Langgam, Pelalawan, pun mengalami serangkaian adaptasi, meski tetap mempertahankan substansinya sebagai sebuah tradisi yang menyatukan pebatinan. salah satu bentuk adaptasinya yaitu pelaksanaannya yang tidak lagi menjadi sebuah peristiwa komunitas pebatinan dalam lingkup terbatas, melainkan menjadi sebuah peristiwa yang melibatkan tidak hanya pebatinan-pebatinan lain, melainkan juga berbagai unsur kepemimpinan lokal tradisional (sultan) dan kepemimpinan administratif modern (bupati).