Rumah itu dibangun oleh banyak makhluk dan rumah Tuhan itu dibangun oleh manusia-manusia mulia di masa-masa yang lalu, Malaikat, lalu Adam dan anak kesayangannya Syits Lalu Khalilullah Ibrahim, Amaliqah dan Jurhum Kemudian Qushay, Quraiys dan Abdullah bin Zubair setelah mereka baru Hajjaj yang membangunnya setelah mereka, Sultan Muradh yang diridhai melakukannya Dia sultan yang sangat terpandang dan demikian di hormati lalu Fahd bin Abdul Aziz yang telah menyelesaiakannya menebarinya dengan minyak misik sebagai akhir pembangunannya.