TRADISI WOR DI KABUPATEN BIAK NUMFOR PROVINSI PAPUA
Wor dalam kehidupan orang Biak terdiri dari 44 jenis, serta bersifat kolektif yang terdiri dari beberapa wor. Sampai saat ini tercatat sekitar 18 jenis lagu wor, hanya 12 yang digunakan. Wor sebagai nyanyian adat mempunyai fungsi magis religious yaitu sebagai pelindung hidup. Fungsi wor sebagai pelindung hidup ditemui dalam jenis lagu dow arbur. Ungkapan yang dapat menjadi dasar kehidupan dan kematian yang dikemukakan orang tua Biak yaitu Nggawor baido nari nggomar (kalau kita tidak menyanyi kami akan mati). Wor Biak sebagai upacara adat dan nyanyian adat berhubungan erat dengan penguasa tertinggi yakni Nanggi (langit/surga) , yaitu Mansren Manggundi (penguasa tunggal), Karawar (roh orang mati/leluhur), dan roh halus lainnya yang menguasai bagian dari bumi, misalnya Dabyor yang mengusai gunung, batu besar, sungai, tanjung batu dan lainnya; serta Arbur yang mendiami pepohonan dan faknik yang mendiami lautan. Wor sebagai Fokus Budaya Orang Biak, karena Wor sebagai simbol kehidupan dimana dalam Wor ada Pemujaan dan harapan kepada Mansren Manggundi (upacara, nyanyian dan tarian), Hubungan dengan roh leluhur dan roh halus lainnya, Usaha kebun dan menangkap ikan, Fanfan (memberi makan) dan Munsasu (membayar makanan), Ikatan kekerabatan dan persatuan keret-keret (klen), Status sosial dan harga diri, Kegiatan Wadwa (pelayaran), dan Harta mas kawin.