Kapan terakhir kali kita memeluk ayah kita? Menatap wajahnya, lantas bilang kita sungguh sayang padanya? Kapan terakhir kali kita bercakap ringan, tertawa gelak, bercengkerama, lantas menyentuh lembut tangannya, bilang kita sungguh bangga padanya?
I...
Kapan terakhir kali kita memeluk ayah kita? Menatap wajahnya, lantas bilang kita sungguh sayang padanya? Kapan terakhir kali kita bercakap ringan, tertawa gelak, bercengkerama, lantas menyentuh lembut tangannya, bilang kita sungguh bangga padanya?
Inilah kisah seorang ankak yang dibesarkan dengan dongeng-dongeng kesederhanaan hidup. Kesederhanaan yang justru membuat ia membenci ayahnya sendiri. inilah kisah tentang hakikat kebahagiaan sejati.
- Code
-
813 Ter a.1(2) 2019
- Publisher
-
Gramedia
Jakarta, 2019
- ISBN/ISSN
- 978-602-033-1584
- Physical
- 304 hal ; 20 x 13,5 cm
- Language
- Indonesia
- Subject
- Sastra Indonesia
Novel
- Edition
- Cet. 25
No digital files available.