/home/esagtcmo/public_html/lib/SearchEngine/DefaultEngine.php:610 "Search Engine Debug 🔎 🪲"
Engine Type ⚙️: "SLiMS\SearchEngine\DefaultEngine"
SQL ⚙️: array:2 [ "count" => "select count(distinct b.biblio_id) from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id where b.opac_hide=0" "query" => "select b.biblio_id, b.title, b.image, b.isbn_issn, b.publish_year, mp.publisher_name as `publisher`, mpl.place_name as `publish_place`, b.labels, b.input_date, b.edition, b.collation, b.series_title, b.call_number from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id where b.opac_hide=0 order by b.last_update desc limit 10 offset 90" ]
Bind Value ⚒️: []
Bibliografi : halaman 187-192
Berbicara tentang modernitas dalam kampung, kita sebenarnya sedang melihat sebuah fenomena hibriditas—di mana nilai-nilai tradisional yang komunal bertemu dengan gaya hidup kontemporer yang individualis dan teknologis.
Gelanggang Budaya Melayu bukan sekadar ruang fisik, melainkan sebuah manifestasi filosofis dari interaksi sosial, ekspresi seni, dan pendidikan nilai-nilai moral masyarakat Melayu. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran strategis gelanggang sebagai pusat aktivitas kebudayaan dalam menghadapi arus modernisasi dan globalisasi.
Bibliografi : halaman 207-209
Bibliografi : halaman 207-209
Bibliografi : halaman 207-209
Bibliografi : halaman 207-209
Social life and customs of Malays in East Sumatera, Indonesia.